Antara SAYA, AKU dan DIA

Me Myself & Irene Movie
Seolah ada tiga pribadi yang diam dalam rumah Pikiran kita. Mereka tidak saling terpisahkan namun sering berdeda dan tetap dengan prinsip dan tujuan yang oleh masing-masing menganggapnya paling benar dan layak untuk diikuti. Sebuah kisah menarik yang sangat me-legenda karena sudah ada sejak manusia ada didunia ini. Bahkan sampai hari ini masih sering membuat si empunya rumah Pikiran menjadi Senang, Tertawa terbahak bahak, dan Bahagia atau sebaliknya bisa membuat Jengkel, Marah, bahkan Depresi.
AKU si anak bontot yang sering disapa AK, berperangai persis seperti senjata serbu militer jenis AK yang siap menyalak, memuntahkan peluru secara manual atau otomatis. Sangat Egois, penuh dengan Emosi, Ambisi, ingin Cepat Menang, tidak peduli dan urusan nanti dibelakang.
SDM dengan nama panjangnya Self Defense Mechanism adalah sepupu yang tidak begitu pintar, lugu, polos namun begitu teguh untuk selalu Melindungi, Membela dan Mengamankan si empunya rumah Pikiran dengan cara apapun dari Kejadian yang “menurut SDM” berbahaya atau dapat mengganggu.
SAYA si anak sulung yang sering disapa SY yang suka diartikan Sayang atau Sabar Yaaa… SY memiliki wawasan dan pengalaman yang luas, berperangai halus, sabar namun terkadang kalah atau mengalah dari AK maupun SDM. Nanti kita tanyakan pada SY yaa apakah kalah atau mengalah atau ada apa….
Bagi Pemilik rumah Pikiran yang masa bodoh dan membiarkan ketiganya bermain dan bertengkar tanpa aturan, maka sering kita melihat adanya rumah Pikiran yang berantakan, acak-acakan sehingga membuat si empunya rumah pun menjadi tidak jelas dalam kehidupannya.
Potret masa kini yang sering terlihat seolah inilah rumah pikiran yang diakibatkan oleh kehidupan yang penuh Ambisi dan Tekanan yang menghalalkan tanpa ragu menginjak kepala orang yang dibawah, menyikut muka dan perut orang yang disamping, menabrak orang yang ada didepan serta menarik orang yang berada diatas. Stress depresi dan marah terhadap orang lain dan juga diri sendiri yang terkadang tanpa sebab yang jelas.
Persepsi terjadi seolah kebenaran sejati. Masa lalu seolah menjadi biang kerok. Terjadi Deletion, terjadi Distorsi, terjadi Generalisasi. AK mengamuk dalam rumah Pikiran, mengobrak abrik seluruh isi pikiran, mengobarkan Api Kemarahan seolah menjadi harga mati demi gengsi dan harga diri. Celakanya sering sekali dengan keluguan dan kepolosannya SDM membela dan mengamini AK karena merasa tindakan AK heroik, gagah. Kemenangan semu dan Kesenangan sesaat yang tidak mampu dilihat oleh SDM.
Pilihan ada pada si empunya rumah Pikiran…
Saat AK sedang mengamuk dan SDM begitu lugu dan polos mendukung nya, apakah si empunya rumah Pikiran akan memanggil sang kakak SY untuk menasehati, mengingatkan, atau bahkan berantem dengan adiknya agar supaya SDM mengerti dan ikut menghentikan sepak terjang AK agar rumah Pikiran tidak menjadi hancur berantakan?
Sang kakak SY adalah sosok yang sanggup melakukan tugasnya dengan baik dan sudah terbukti pada banyak rumah Pikiran orang orang Bijaksana… dan Anda pun Bisa melakukannya..
Putuskan dan Ijinkan dirimu melakukannya melalui Kekuatan Pikiran.
